Segala yang ada di alam ini selalu mengalami perubahan sehinga tidak ada yang abadi, kecuali perubahan itu sendiri. Tidak semua orang menghendaki adanya perubahan karena sebagian orang sudah terbiasa dengan keadaan yang telah menjadi kebiasaan yang bagi sebagian orang sudah dirasakan cukup enak, namun beberapa studi telah dilakukan oleh orang lain dimana kesimpulannya adalah harus dilakukan perubahan meskipun sedikit maupun secara total, harus atau tidaknya dilakukan perubahan tergantung kepada kekuatan mana yang lebih dominan atau manfaat apa yang dirasakan lebih banyak.
Ketika perubahan harus dilakukan maka ketika itu pula terjadi dua pendapat/pertentangan karena setiap individu dalam satu kelompok tidak sepenuhnya memahami apa yang akan menjadi tujuan dan sasarannya secara utuh, sehingga dapat menimbulkan dampak diantaranya desintegrasi namun karena perubahan itu sendiri setelah melalui proses kajian maupun studi ternyata lebih banyak manfaatnya, serta merta perubahan itu sendiri harus dilakukan.
Sebagai contoh perubahan suatu sistem dan tatanan Pemerintahan tidak sedikit yang menimbulkan perang saudara serta ancaman desintegrasi atau pengorbanan lainnya baik moril maupun materil yang cukup besar bagi suatu bangsa. Namun sikap yang arif yang harus dilakukan adalah tergantung siapa sebagai pemimpin, maka merekalah yang memberikan sosialisasi agar perubahan itu sendiri akhirnya dapat berjalan dengan baik. Karena dengan perubahan yang terjadi semua individu harus menata ulang atau siap untuk belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru, perubahan bisa saja berupa sikap/tingkah laku, kebiasaan, system, atau pola kerja, dan sebagainya. Sementara itu juga banyak orang yang menyukai adanya perubahan dan bahkan sebagai inspirator dari terjadinya proses perubahan itu, misal dalam hal perubahan cara kerja dari manual menjadi otomatis (penggunaan teknologi), dsb.
Perubahan di bidang teknologi kini telah merambah keseluruh penjuru dunia dan mempengaruhi kehidupan sosial suatu bangsa, misal di bidang hiburan, olah raga, kesehatan, dan sebagainya. Namun yang sangat penting dalam hal ini adalah pengaruh perubahan teknologi di dunia pendidikan.
Dalam konteks ini saya ingin mencoba membawa para pembaca khususnya para Guru terhadap beberapa hal penting tentang dunia IT, artinya kita mencoba mengubah pola dan cara belajar kita dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi yang ada sekarang ini.
Memang kalau kita bicara tentang teknologi teknologi IT banyak sarana yang harus dipenuhi mulai dari komputer sampai ketersediaannya infrastruktur jaringan guna mengakses informasi yang tersedia. Namun hal ini sepertinya bukan menjadi persoalan yang amat berat, kita dapat mencoba beberapa alternatif yang memungkinkan untuk itu, misal warnet yang tersedia, jaringan telepon yang tersedia sampai jaringan handphone pun bisa digunakan untuk fasilitas tersebut. kalau di ibukota kabupaten sesuai dengan program Jardiknas memang sudah tersedia gratis bahkan sampai ada yang disekolah. Jaringan di sekolah juga ada yang diusahakan sendiri melalui provider, dan sebagainya.
Terlepas dari upaya tersebut, melalui jaringan apa saja yang penting pada prinsipnya kita bisa memanfaatkannya. Dalam bahasan ini saya berfikir sesederhana mungkin, bukankah kita pada umumnya telah memiliki HP atau jaringan telepon atau jaringan di sekolah, nah tinggal bagaimana cara menggunakannya. Jadi yang mendasar adalah kita hendaknya memiliki kemampuan computer terutama penggunaan internet dan fasilitasnya.
Di dalam system jaringan internet tersedia sangat banyak informasi apalagi tentang bahan ajar yang dapat di-download dan ini merupakan cara yang paling efektif dan efisien untuk pengembangan kemampuan kita khususnya dalam hal penguasaan ilmu pengetahuan terutama bagi para Guru sebagai pendidik yang memberi bekal pengetahuan kepada para siswa.
Teknologi informasi (Internet) tidak saja sebagai media belajar yang mampu menyediakan berbagai sumber informasi dan pengetahuan tetapi juga sebagai media penghubung/komunikasi antara sesama umat manusia. Banyak contoh yang pernah terjadi misalnya pada diri saya dan ini memang betul-betul terjadi ceritanya yaitu: saya mempunyai seorang sahabat yang sudah sangat lama tidak pernah bertemu lebih kurang 25 tahun, tetapi karena sahabat saya, yang saya ketahui mempunyai kegemaran bidang teknologi, maka saya yakin dan percaya pasti dapat diketemukan melalui internet. Caranya yaitu dengan mengetikkan namanya pada mesin pencari google, ternyata tampil bloggernya. Setelah saya amati lebih jauh datanya hampir mirip dengan yang saya ketahui, untuk meyakinkan maka langsung saya coba kirim email ternyata mendapat jawaban pasti dan diberi nomor HP, kemudian kami kontak melalui internet dan akhir mencoba mengadakan pertemuan, sebagaimana yang telah diceritakan oleh sahabat saya TONY SENO HARTONO di dalam blogger-nya.
Cerita tersebut semakin menambah keyakinan saya dan sayapun berfikir lebih jauh, seandainya para Guru kita di KKG/MGMP atau di kelompok-kelompok belajarnya di daerah sama-sama memanfaatkan fasilitas internet, barangkali akan menambah kualitas belajarnya, artinya apa yang ia butuhkan terutama referensi bahan ajar tentu semakin mudah didapatkan. Masih ingatkah kita dengan acara TV yang menayangkan pembicaraan Bapak Menteri Pendidikan Nasional kita, dimana beliau mengatakan bahwa Depdiknas telah membeli royalty buku-buku pelajaran sekolah yang kemudian dimasukkan ke Internet yang siap di download oleh siapa saja yang membutuhkan khususnya Guru dan Siswa. Ini merupakan suatu langkah yang sangat baik sekali, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya.
Nah, sekarang bagaimana kalau para Guru kita menulis sedikit saja bahan ajar sebagai sharing informasi kepada sesama yang dimuat dalam internet ini, tentu hal ini semakin memperkaya informasi.
Informasi apa saja dapat dituangkan dalam blogger ini ?
Banyak sekali, misal :
- Pengalaman belajar Guru.
- Tips tertentu tentang cara melakukan sesuatu, atau rumus matematika, atau pengertian suatu instilah, dsb.
- Informasi teknologi.
- Cara menyusun bahan ajar.
- Informasi program peningkatan mutu Guru.
- dll.
Untuk itu para Guru harus mengetahui bagaimana cara menggunakan perangkat tersebut. Bicara soal kemampuan memanfaatkan teknologi tersebut berarti tergantung bagaimana kemampuan Guru dalam mengoperasikan teknologi dimaksud, nah lagi-lagi PMPTK dalam tahun 2008 telah memprogramkan pembelajaran ICT bagi KKG/MGMP yang pesertanya adalah salah seorang guru di KKG/MGMP di sekolah daerah tertinggal yang selanjutnya disebut sebagai Master Teacher, selanjutnya master teacher tersebut akan melatih lagi para guru (Participant Teacher) di kelompok KKG/MGMP nya masing-masing.
Pelatihan ini dilaksanakan oleh Politeknik bekerjasama dengan LPMP seluruh Indonesia. Untuk provinsi Jambi sasaran kabupatennya adalah Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, Sarolangun, Bangko, dan Kerinci. Semoga kegiatan berjalan dengan baik dan lancar dan para master teacher dapat mengimbaskan dalam pembelajarannya di kabupaten/kota.
Konsep pelaksanaan program tersebut, adalah bagi Master Teacher (MT) yang nantinya akan dilatih di Jambi oleh Politeknik dan LPMP harus mengimbaskan lagi kepada Participant Teacher (PT) di kelompoknya masing-masing (KKG/MGMP), maka syarat utama sudah tentu KKG/MGMP harus aktif. Proses seperti ini akan terjadi percepatan transfer pengetahuan diantara sesama guru.
Nah... berdasarkan uraian tersebut, maka sudah saatnya kita sama-sama merubah paradigma dan cara belajar kita, fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah sudah seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna membangun dunia pendidikan kita di Tanah Air tercinta ini. Semoga program yang telah dirancang ini hendaknya sukses.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar