Seksi Program dan Sistem Informasi LPMP Provinsi Jambi telah melakukan pendataan melalui SIM NUPTK (Nomor Unik pendidik dan Tenaga Kependidikan) sampai kondisi per Agustus 2008 telah terdata 60.744 Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang terdiri dari :
- 51.015 (Guru, Kepala Sekolah, dan Wakil Kepala Sekolah);
- 6.094 (Kepala Tata Usaha, Tata Usaha Sekolah, Bendahara, Pustakawan, Pesuruh/Penjaga Sekolah, Juru Bengkel, dan PetugasInstalasi);
- 70 Tenaga Laboran;
- 407 Pengawas/Penilik; dan
- 385 Tenaga PNF
Dari angka 60.744 terdapat data Null 2.773 yang berarti status PTK belum diketahui, hal ini disebabkan tidak terisinya status PTK ketika melakukan entri data atau data yang mengalami double counting. Dari jumlah 60.744 tersebut 52.944 (87,16%) telah memperoleh Nomor NUPTK, sedangkan sisanya sebesar 7.800 (12,84%) belum memperoleh Nomor NUPTK.
Belum diperolehnya Nomor NUPTK disebabkan beberapa alasan, diantaranya :
- Data utama tidak lengkap (misal data nama ibu kandung, riwayat pendidikan dan tahun masuk/tamat SD, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, dan sekolah induk).
- Data double counting yang disebabkan adanya proses pengentrian data individu satu orang guru yang dilakukan oleh dua orang pengentry dengan tempat/SIM yang terpisah, ketika sudah selesai entry dilakukan proses penyatuan data dengan cara import (bukan entry melalui sistem menyatu) maka nantinya dapat menyebabkan data double counting.
Disamping itu juga dari jumlah data PTK yang ada di provinsi Jambi, dengan jumlah 60.744 tersebut masih ditemui data PTK yang belum ter-entry. Disadari betul bahwa persoalan data PTK memang rumit artinya sekarang ini kita melakukan pendataan bagi guru yang sudah ada (telah menjadi guru) tentu berbeda halnya dengan pendataan yang dimulai dari seorang/individu yang akan menjadi guru didata terlebih dahulu. Kalau cara proses kedua dilakukan dengan mendata terlebih dahulu ketika seorang akan menjadi guru maka sudah tentu data tersebut akan menjadi baik.
Sementara karena pendataan dimulai saat ini dimana guru yang sudah ada dan jumlahnya sedemikian besar tentu untuk mencapai hasil yang optimal maka pendataan harus dilakukan berulang-ulang dengan proses validasi secara terus-menerus.
Mengingat luasnya wilayah geografis terutama di provinsi Jambi dengan keadaan wilayah yang terdiri dari dataran, bukit, sungai, bahkan harus melewati laut adalah merupakan wilayah keberadaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) sehingga menyebabkan tidak seluruh instrumen yang tersebar dapat cepat pengembaliannya, sehingga data yang tersebarpun masih ada yang belum kembali dengan kata lain masih ada PTK yang belum terdata.
Data individu PTK selalu mengalami perubahan, perubahan tersebut dapat terjadi sewaktu-waktu maupun berkala, dampak dari perubahan tersebut menyebabkan perubahan pula pada data yang ada terutama pada SIM NUPTK. Sementara kalau data pada SIM NUPTK tidak dilakukan perbaikan maka kondisi riil PTK di provinsi Jambi tentunya juga tidak up to date.
Perubahan-perubahan data tersebut bermacam-macam, misalnya :
- Status aktif atau tidak aktif
- Status guru (GTT, GTY, atau PNS)
- Pangkat dan golongan (bagi PNS)
- Mata Pelajaran yang diajarkan & jumlah jam mengajar
Pendidikan - Susunan keluarga (isteri/suami/anak)
- Tugas tambahan
- Alamat PTK
- Tempat tugas/mengajar,
- Dan sebagainya.
Mengingat pentingnya data maka perlu mendapat perhatian serius bagi PTK, sebab memungkinkan terjadi bila seorang PTK telah lulus pendidikan S1 sementara yang bersangkutan tidak menyampaikan laporan perubahan, berarti data yang bersangkutan masih dalam kondisi data lama (belum S1). Dan ketika dilakukan pencarian data guru yang telah berpendidikan S1 untuk keperluan sertifikasi, maka yang bersangkutan tidak termasuk dalam data untuk Sertifikasi.
Bagaimana dengan kepentingan data untuk program lainnya, seperti program peningkatan kualifikasi, program subsidi kemaslahatan, program peningkatan kompetensi guru, dan sebagainya.
Untuk itu perlu kiranya masing-masing Guru (PTK) tetap bersedia untuk memperbaiki datanya secara terus-menerus. Lantas bagaimana cara melakukan perbaikan data dimaksud ?
LPMP Provinsi Jambi dalam hal ini Seksi Program dan Sistem Informasi telah memfasilitasi kegiatan pendataan melalui SIM NUPTK dan setiap tahun minimal dua kali bahkan tahun 2008 ini telah melakukan tiga kali print out data individu guru, nah print out tersebut disebarkan keseluruh Dinas Pendidikan Kabupaten Kota yang selanjutnya disebarkan ke sekolah sehingga Guru/PTK dapat melihat datanya masing-masing, ada yang sudah dan belum memiliki NUPTK dengan alasan dan sebab bermacam-macam, misal data double counting atau data tidak lengkap.
Terlepas dari data lengkap atau tidak lengkap, double counting atau tidak, ataupun datanya sudah terentry atau belum... maka bersamaan dengan print out data tersebut dapat dilakukan koreksi/verifikasi oleh Guru/PTK yang bersangkutan dengan mencoret satu atau dua garis kemudian ditulis di atasnya dengan data yang benar dan bagi yang belum tercantum dalam print out tersebut dapat mengisi ulang form NUPTK dan disertakan bersama print out tersebut (data satu sekolah jangan terpisah agar tidak tercecer) lalu dikirimkan kepada Dinas Pendidikan setempat melalui pengantar dari kepala sekolah.
Sebelum dikirim ke Dinas Pendidikan setempat sebaiknya dicopy terlebih dahulu sebagai pertinggal sekolah, karena dalam print out tersebut memuat informasi Nomor NUPTK bagi data yang telah memenuhi syarat. Memang sih ada juga data yang lengkap tetapi belum memperoleh Nomor NUPTK hal ini disebabkan data tersebut baru diperbaiki sementara belum dikirim ke Setditjen PMPTK untuk memperoleh Nomor NUPTK .... Semoga bersabar.
Setelah data terkumpul di Dinas Pendidikan setempat, LPMP Provinsi Jambi akan melakukan pengumpulan data berikut meneliti data-data yang sudah atau belum lengkap untuk dilakukan pengentrian atau verifikasinya dan selanjutnya akan dikirimkan kembali ke Setditjen PMPTK guna proses generate untuk memperoleh Nomor NUPTK-nya.
Semoga dengan upaya yang dilakukan bersama ini akan dapat lebih meningkatkan kualitas dan validitas data SIM NUPTK bagi PTK (Guru) di Provinsi Jambi.

1 komentar:
Pak, nur... ide yang bagus untuk menulis tentang NUPTK.
terima kasih ya
Posting Komentar