Senin, 27 Oktober 2008

PEMANFAATAN MULTIMEDIA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

Inovasi mempunyai arti membuat perubahan atau memperkenalkan sesuatu yang baru, yang bersifat lebih kualitatif dari sebelumnya, sedangkan kualitatif dimaksud adalah adanya suatu pembaharuan dan pengaturan kembali dalam hal yang mendapat inovasi tersebut.

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik, Guru memfasilitasi siswa secara formal dalam pelaksanaan pembelajaran secara efisien dan efektif. Pada dasarnya setiap orang belajar namun belajar yang bagaimana yang efektif dan efisien sehingga ada beberapa keterampilan belajar siswa yang dilatihkan oleh guru yaitu :

  • Keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know)
  • Keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be)
  • Keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do)
  • Keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together)
  • Keterampilan cara belajar yang baik (learning how to learn)

Menggarisbawahi bagaimana melatih cara belajar yang baik (learning how to learn), banyak model dan alat bantu yang digunakan dalam proses pembelajaran itu sendiri, sehingga nantinya dapat menuntun siswa dapat melakukan belajar sendiri melalui media pembelajaran apa saja, misalnya Internet (ICT), Multimedia, TV edukasi, pengamatan lingkungan, dsb.

Terlepas dari model apapun, selama hal itu mendukung bagi pelaksanaan pembelajaran semuanya adalah baik dalam artian membantu mempercepat pemahaman kepada siswa tentang objek yang sedang dipelajari.

Saat ini sebagaimana yang sedang kita alami, adalah semakin meningkatnya penggunaan media elektronik dalam proses pembelajaran dan hal itu memang memungkinkan untuk dilakukan karena fasilitas lumayan cukup tersedia, dan menurut para ahli memang hal ini mempunyai dampak positif secara umum bagi siswa itu sendiri yaitu siswa dapat terbantu dalam memahami suatu pembelajaran dan siswa tertarik dengan bagaimana teknologi itu sendiri dapat digunakan untuk pembelajaran.

Istilah multimedia barangkali adalah yang paling cocok untuk topik bahasan kali ini karena istilah umum dari multimedia itu sendiri adalah merupakan kombinasi/penggabungan berbagai macam media untuk tujuan pembelajaran maupun bukan, keragaman media ini meliputi teks, audio, animasi, video, dan simulasi. (Tay, 2000).

Agar multimedia tersebut dinamis dan interaktif maka perlu adanya perangkat komputer sebagai design multimedia tersebut, untuk itu dapat dikatakan bahwa Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, video, dan animasi dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi. Hofsteter (2001).

Dalam konteks multimedia sebagai media pembelajaran minimal memenuhi kriteria :

  • Pengguna dituntut untuk terlibat aktifitas mental dan fisiknya di dalam pembelajaran
  • Adanya manipulasi peristiwa-peristiwa instruksional
  • Adanya desain multimedia yang memungkinkan dapat melibatkan pengguna/siswa secara aktif di dalam proses pembelajaran tersebut.

Dengan keterlibatan aktifitas mental seorang pengguna/siswa dimaksud adalah terjadinya proses dimana siswa mencoba memahami materi dengan cara menangkap informasi-informasi yang ditampilkan, mengolah, dan menyimpannya dalam otak, yang selanjutnya menimbulkan keinginan siswa untuk mengubah atau menggunakan objek sesuai dengan keinginannya untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dari hasil pembelajaran tersebut melalui keterlibatan fisiknya untuk berinteraksi, misalnya dengan menggerakan tangannya untuk menggunakan keyboard, mouse, joystick, dsb.

Dengan menggunakan multimedia kita mampu menghadirkan berbagai macam peristiwa-peristiwa yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran layaknya persis dengan objek yang akan dihadirkan itu melalui berbagai manipulasi keadaan yang dapat disimulasikan misalnya gambaran tentang proses terjadinya pertumbuhan tanaman, perkembangbiakan hewan dari proses perkawinan sampai pada pembuahan dan seterusnya hingga timbulnya keturunan, atau manipulasi peristiwa alam seperti gunung meletus, ledakan meteor, peluncuran pesawat ruang angkasa, ledakan bom, dan sebagainya.

Dari semua objek yang digambarkan, agar dalam media penyampaiannya sesuai dengan keadaan nyata perlu adanya design yang baik serta harus memperhatikan runtut peristiwa yang akan dihadirkan agar siswa dapat memahami secara runtut dan menimbulkan pemahaman yang baik tentang konsep yang akan dijelaskan.

Mengenai konsep yang akan disampaikan agar semakin interaktif hendaknya design tersebut dapat menumbuhkan rasa keingintahuan siswa dan dapat menumbuhkan kemampuan siswa untuk menggali atau membangun konsep sendiri tentang apa yang sedang dipelajari tersebut, nah tentu peran seorang pendidik nantinya akan memberikan penegasan-penegasan sehubungan dengan konsep yang telah dibangun oleh siswa tersebut.

Untuk dapat melakukan interaksi secara dinamis pada pembelajaran dengan multimedia tersebut hendaknya dalam perancangan media tampilannya menggunakan tools atau nagivasi yang memungkinkan untuk itu, komponen tersebut pada windows berbentuk Graphical User Interface (GUI), GUI itu sendiri bentuknya bermacam-macam, seperti : button, radio button, check button, combo box, menu, tabbed panel, tree, toolbar, dsb.

Komponen tersebut memiliki kegunaan yang berbeda, yaitu : button untuk menjalankan aksi misal exit, radio button untuk memilih satu pilihan diantara 2 atau lebih, check button untuk memilih satu atau lebigh diantara beberapa pilihan, combo box untuk memilih salah satu diantara beberapa dengan jumlah banyak yang keseluruhannya tidak ditampilkan langsung seperti radio button, menu adalah isi dan petunjuk penggunaan aplikasi, toolbar berfungsi sebagai pelengkap menu, tabbed panel menu yang memiliki sub menu yang aksesnya dengan menggunakan tab, tree menu yang tersusun dalam bentuk tree mirip seperti explorer.

Pada umumnya sudah banyak paket-paket pembelajaran multimedia yang beredar biasanya dalam bentuk CD pembelajaran, tinggal bagaimana kita memilihnya dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan materi yang akan kita ajarkan kepada siswa. Biasanya paket tersebut telah disiapkan sedemikian rupa dengan menu dan alat navigasi yang cukup lengkap untuk kita berinteraksi dalam belajar.

Namun apabila kita mampu untuk berkreasi sendiri tentu akan lebih baik karena kita dapat membuat sesuai dengan kemampuan dan keinginan yang akan kita sajikan kepada siswa, untuk membuat kreasi tersebut seorang guru dituntut untuk lebih aktif belajar dan berinovatif. Banyak software yang dapat digunakan, misalnya : Macromedia flash, java, visual basic, dan sebagainya termasuk yang paling mudah dipelajari adalah Microsoft power point. Nah silahkan saja guru berkreasi.

Pernahkah kita menanamkan dalam hati bahwa sesungguhnya adalah "Bagian Tugas Guru" untuk menyiapkan bahan ajar yang mampu memotivasi, dan menumbuhkan minat belajar siswa, serta memudahkan cara belajar siswa dengan menggunakan perangkat multimedia.

Banyak keuntungan yang diperoleh dari pembelajaran dengan memanfaatkan multimedia, misalnya bagi Pengguna/siswa multimedia bermanfaat untuk :

  • Siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan, kesiapan, dan keinginan mereka, artinya pengguna sendiri yang mengontrol proses pembelajaran.
  • Siswa belajar dari tutor yang sabar (komputer) yang menyesuaikan diri dengan kemampuan siswa.
  • Siswa akan terdorong untuk mengejar pengetahuan dan memperoleh umpan balik yang seketika.
  • Siswa menghadapi suatu evaluasi yang objektif melalui keikutsertaannya dalam latihan/tes yang disediakan.
  • Siswa menikmati privasi dimana mereka tak perlu malu saat melakukan kesalahan.
  • Belajar saat kebutuhan muncul.
  • Belajar kapan saja mau tanpa terikat suatu waktu yang telah ditentukan.

Sedangkan keuntungan menggunakan multi media sebagai media pembelajaran yang berfungsi sebagai simulasi, adalah :

  • Menirukan suatu keadaan nyata yang bila dihadirkan terlalu berbahaya (misal, simulasi reaktor nuklir, ledakan nuklir, dsb.)
  • Menirukan suatu keadaan nyata yang bila dihadirkan memerlukan biaya mahal (misal, simulasi pesawat udara, peluncuran roket)
  • Menirukan suatu keadaan yang sulit untuk diulangi sencara nyata (misal, letusan gurung berapi dan gempa bumi)
  • Menirukan keadaan yang jika dilakukan secara nyata memerlukan waktu yang panjang (misal pertumbuhan tanaman, terjadinya korosi, lumut, dsb.)
  • Menirukan kondisi alam yang ekstreem (misal, kondisi di kutub, ruang angkasa, peredaran matahari, dsb.)

Namun demikian bukan berarti tanpa multimedia guru tidak dapat berkreasi. Guru dapat berkreasi misalnya dengan menciptakan bahan ajar yang menarik misal alat peraga dengan sumber bahan disekitar/lingkungannya. yang penting bukan alat yang menjadi tujuan tetapi adalah tujuan pembelajaran itu sendiri yaitu bagaimana agar siswa dapat lebih mudah memahami suatu bahan ajar itu. “Technology is a tool. A means to the end. Not the end in itself " (Dryden and Voss, 1999)

Sabtu, 18 Oktober 2008

PESERTA DIKLATPIM TINGKAT IV DEPDIKNAS ANGKATAN 94 DI PUSDIKLAT DEPDIKNAS

Bagi peserta Diklat Pim IV Depdiknas nama Pusdiklat Depdiknas pasti akan menjadi kenangan tersendiri bagi para pesertanya, di lembaga ini para peserta Diklat Pim IV dibekali pengetahuan dan keterampilan guna menunjang pelaksanaan tugas sekembalinya di tempat tugas masing-masing.

Selama diklat yang dilaksanakan selama 45 hari tersebut, pada kelompok angkatan 94 mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan kegembiraan yang diliputi dengan kebahagiaan yang mendalam salah satunya adalah dapat berkumpul dengan saudara-saudara setanah air di Indonesia. Walaupun pada hari-hari belajar diliputi dengan kegiatan yang cukup padat serta kegiatan yang cukup membuat tegang apalagi pada waktu akan dilaksanakan tes/ujian, maklum semua peserta pasti berharap pada proses akhir diklat adalah lulus dengan baik.

Namun pada saat tertentu awal atau pertengahan kegiatan diisi dengan beberapa kegiatan permainan yang bersifat membangun karakter outbound misalnya, dimana kegiatan tersebut bermanfaat disamping sebagai hiburan untuk membuat para peserta refresh juga membangun karakter kepemimpinan dan kerjasama tim. Sehingga kegiatan outbound juga merupakan bagian dari pelaksanaan diklat ini.

Kini para peserta telah pulang ke tempat tugas masing-masing, namun masih ada tersisa yang dapat menjadi ingatan adalah bagaimana cara menyebarluaskan suasana pada saat diklat ini kepada teman-teman lainnya, sehingga menjadi ide bahwa dengan Teknologi Informasi melalui Internet ternyata gambar selama kegiatan dapat saya upload kedalam blogger ini guna tetap mengingat rasa kebersamaan selama diklat agar jangan dilupakan oleh teman-teman angkatan 94 yang kini telah tersebar kembali ke tempat tugas masing-masing.

Masih ingatkah ..... 94 ! prok..3X ... du best.... nah itu yel-yel kita bukan.

Kepada teman-temanku se Indonesia, bila ingin menambahkan informasi tentang foto lainnya atau tulisan untuk menambah kelengkapan informasi pada blogger ini atau tulisan humor, dapat dialamatkan ke email saya : nurrahmanas@yahoo.com nanti akan saya tambahkan, mengingat pada ruang ini adalah menjadi bagian dari publikasi kegiatan kita bersama.

Publikasi bertujuan untuk mengingatkan para peserta pada kegiatan-kegiatan Diklat, dan tulisan yang dicantumkan adalah agar peserta dapat saling tetap mengingat nama-nama teman-teman Diklat.

Wah kelihatannya pada serius banget nih... belajarnya.. Apalagi tuh Opung Sahruddin (betul-betul serius) semoga pada lulus semua ya...!, amiin.

Hallo ibu Mia & ibu Ama, jangan ngobrol ya... nanti dimarahin dosen.

Ternyata ujian yang sedemikian berat cukup membuat pusing juga,.... tenang pak'e... pokoknya dijawab sebisanya yang penting berhasil dan lulus, lihat itu pak Sudar Iswandy santai aja.

Ini ceritanya habis ujian, kemudian baru foto bareng di depan kampus pusdiklat, karena gembiranya ada yang bilang "Merdeka.... !", itu lhoo opung Ramli.

Ups.... tu ... wa .... ga .... pat, eh sorry sekarang aba-abanya kiri... kanan ... kiri ... kanan dst. hingga nyampe. Ayo ibu-ibu jangan mau kalah sama bapak-bapak, kejar saja... tolong ya mas Fauzi dan mas Gatot di kawal ibu-ibunya biar cepet. Nah ini namanya main terompah panjang dengan diisi oleh tujuh orang.

Awas nanti jatuh..... Begitulah outbound yang diikuti, cukup lumayan dan menantang juga ya... sampe-sampe ada yang tidak berani manjat, terutama ibu-ibu.

Foto diatas suasana pada saat para peserta melakukan Observasi Lapangan, dengan tempat pelaksanaan di P4TK TK dan PLB Bandung, seluruh peserta tampak semangat betul mengikuti kegiatan ini, wah foto-foto bareng lagi.... terlihat pada rapi pake dasi... bagus...bagus ..... bagus.

Beristirahat sejenak, sambil mendengarkan arahan instruktur pada kegiatan outbound, ada yang terlihat capek tuh....



Dirumah Ibu Sri Setiti, kami semua para peserta diundang untuk hadir pada kegiatan syukuran karena kami semua telah dapat menyelesaikan kegiatan ini dengan baik tanpa hambatan. Terlihat mbak Titi lagi nawarin... ayo mas Eko, dimakan donk,... jangan malu-malu lihat tuh kayak pak Baktiar lagi menikmati jagung rebus. .... ya mbak nanti saya makan... trima kasih.

Semua peserta sedang menikmati hidangan yang disajikan. Ayo pak Raden..... cepetan donk (kata pak Dugel) yang lain masih ngantree nih. ok pak Dugel.

Akhir acara perpisahan, kami semua photo bareng di depan rumah mbak Titi, wah semua semangat betul berposenya... kapan lagi ya bisa bertemu kayak gini.... eh opung Ramli awas jatuh. Difoto terlihat pak bakhtiar, pak Dugel, mbak Evi, mbak Nu2k, mbak Ama, mbak Rini, mbak Titi, mbak Lina, ibu Tien, pak H. Aman, mas Nur, pak Antar, pak Syamsudin, pak Eko, pak Raden, pak Melky, mas Heri, mas Sigit, opung Syarudin, opung Ramli, mas Imron, pak Ikhwanto, pak'e Marsudi, pak Harto, pak Tisna, mas Rohmad, pak Tiknyo, pak Nasir, pak Aksin, mas Sigit Sumartono, mas Fauzi, mas Akhyar Hanubun.

Yang lainnya lagi dimana ya... (mas Widodo, mbak Mia, pak Sudar, pak Sopian, mas Gatot, mas Warnedi), ndak tau barang kali lagi di belakang.

Minggu, 12 Oktober 2008

PERSENTASE PEROLEHAN NOMOR NUPTK PROVINSI JAMBI

Sejak berjalannya proses pendataan dengan SIM NUPTK pada LPMP Provinsi Jambi, sampai dengan kini data jumlah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jambi yang telah terentry berjumlah 62.471 orang.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dimaksud pada SIM NUPTK terdiri dari :

  1. Guru
  2. Tendik Formal (pegawai tata usaha sekolah, perpustakaan, laboran, petugas instalasi, penjaga sekolah, pesuruh, dsb.)
  3. pengawas Sekolah, dan
  4. PTK non Formal.

Khusus Tenaga Pendidik/Guru jumlah yang telah terentry 52.345 orang terdiri dari 5173 orang Guru di kabupaten Batang Hari, 3555 orang Guru di kabupaten Bungo, 7697 orang Guru di kabupaten Merangin, 4209 orang Guru di kabupaten Tanjung Jabung Barat, 6932 orang Guru di kabupaten Kerinci, 4655 orang Guru di kabupaten Muaro Jambi, 3755 orang Guru di kabupaten Tebo, 3718 orang Guru di kabupaten Sarolangun, 3621 orang Guru di kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan 9030 orang di kota Jambi.

Dari jumlah tersebut diatas jumlah yang telah memiliki Nomor NUPTK 89,95 % yaitu sebesar 47.081 orang Guru yang berasal dari kabupaten Batang Hari 4678 orang, kabupaten Bungo 3276 orang, kabupaten Merangin 6836 orang, kabupaten Tanjung Jabung Barat 3615 orang, kabupaten Kerinci 6483 orang, kabupaten Muaro Jambi 3953 orang, kabupaten Tebo 3309 orang, kabupaten Sarolangun 3337 orang, kabupaten Tanjung Jabung Timur 3078 orang, dan Kota Jambi 8516 orang.

Sisanya berjumlah 5264 masih belum memperoleh Nomor NUPTK. diantara jumlah 5264 tersebut sudah ada 825 orang yang memenuhi syarat untuk diusulkan memperoleh NUPTK artinya datanya sudah lengkap. sementara sisanya masih dalam proses verifikasi dan perbaikan data oleh LPMP Provinsi Jambi atas masukan dan verifikasi instrumen/print out data yang telah disebarkan ke sekolah-sekolah melalui kabupaten kota.

Sebetulnya untuk memperoleh informasi tentang NUPTK bagi para PTK tidaklah sulit, karena pada situs nuptk.info telah tersedia untuk fasilitas tersebut misalnya dengan menggunakan HP (Handphone). Jika para PTK sudah membuka blogger ini tidak perlu mengetikan nuptk.info pada address, tetapi cukup klik nuptk.info pada daftar link yang telah saya sediakan dan nantinya akan langsung membuka informasi nuptk seluruh Indonesia..... nah selamat mencoba, semoga berhasil.

Senin, 06 Oktober 2008

PROSES PENDATAAN SIM NUPTK LPMP PROVINSI JAMBI

Pendataan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) melalui LPMP Seluruh Indonesia sebagai pusat data di provinsi adalah melalui SIM NUPTK (Sistem Informasi Manajemen Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan). SIM NUPTK merupakan pengembangan dari SIMPTK yang memiliki kelebihan jauh lebih baik dari SIMPTK.

Proses pendataan sudah dimulai sejak akhir tahun 2006, ketika itu Depdiknas ingin mengetahui jumlah pasti PTK (khususnya Guru) yang ada di seluruh Indonesia yang jumlahnya menurut SIMPTK 2,7 juta orang. Setelah dilakukan uji data SIMPTK ternyata dengan SIMPTK data seorang Guru masih memungkinkan terjadinya double counting karena diketahui bahwa banyak Guru yang mengajar di dua sekolah atau lebih.

Kegiatan tersebut berawal dari pengkoordinasian Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, mereka melakukan penyebaran data kemudian mengentri data individu guru. Target yang diharapkan selesai adalah pada bulan April 2007, namun sampai dengan saat itu data terkumpul masih sangat sedikit sekali. khusus untuk provinsi Jambi baru mencapai 23,82% dari jumlah guru perkiraan 52.638.

Untuk mempercepat penyelesaian data tersebut, LPMP Provinsi Jambi melakukan konsolidasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten/kota serta melakukan pendataan secara aktif dengan mengentri langsung instrumen data NUPTK yang telah dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

Secara proses pendataan NUPTK dimulai dari pencetakan Instrumen dan Penyebarannya oleh LPMP kepada Dinas Kabupaten/Kota yang selanjutnya disebarkan ke sekolah untuk diisi oleh PTK, sebagaimana gambar berikut :

Gambar tersebut diterbitkan oleh Ditjen PMPTK, sebagai media untuk memberikan penjelasan bagaimana sesungguhnya dan seharusnya proses pendataan tersebut berjalan dengan baik.

Sementara itu untuk mempercepat proses pendataan NUPTK bagi PTK Pendidikan Non Formal, pada tahun 2008 LPMP Provinsi Jambi bekerjasama dengan petugas Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota khususnya Subdin atau Seksi yang menangani urusan Pendidikan Non Formal untuk terlibat langsung dalam pengumpulan data sekaligus melakukan proses entry.

Jumlah PTK PNF di tiap kabupaten/kota jumlahnya memang tidak sebanyak jumlah PTK Formal, sehingga diharapkan proses tersebut selesai dalam tahun 2008 ini juga.

Begitu juga dengan percepatan penyelesaian data madrasah (sekolah di lingkungan Departemen Agama), LPMP Provinsi Jambi bekerjasama dengan Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota melalui rekomendasi Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jambi, dengan memberdayakan tenaga pengolah data Kantor Depag Kabupaten/Kota sebagai tenaga pengumpul dan pengentry data NUPTK. Jumlah PTK madrasah juga tidak begitu banyak bila dibandingkan dengan jumlah PTK di lingkungan Depdiknas, hal ini mengingat bahwa banyak madrasah ibtidaiyah yang statusnya dilakukan penetapan ulang apakah sebagai Madrasah Ibtidaiyah atau TPA atau Diniyah Awaliyah.

Sebelum penetapan status Madrasah Ibtidaiyah oleh Depag sudah banyak juga data PTK-nya yang telah terentry oleh LPMP Provinsi Jambi dan bahkan ada juga yang telah memiliki Nomor NUPTK, untuk lebih menertibkan data yang telah terentry tentu hal ini harus diperiksa ulang sebab bagi data PTK yang telah terentry tersebut banyak juga PTK-nya yang telah berubah status dan tempat mengajarnya misalnya sebelumnya mereka mengajar di Madrasah Ibtidaiyah setelah terentry dan memperoleh NUPTK ternyata tempat mengajarnya berubah status menjadi Diniyah Awaliyah atau TPA, hal ini yang perlu diperiksa ulang sehingga untuk memperbaiki dan mengentry data tersebut LPMP Provinsi Jambi meminta bantuan dari petugas pengolah data Kantor Depag Kabupaten/Kota.

Diharapkan pula dalam tahun 2008 ini proses pendataan di Madrasah dapat selesai dengan baik, mengingat untuk persiapan program-program dari Ditjen PMPTK termasuk sertifikasi guru nantinya para guru madrasah di lingkungan Depag sudah harus memiliki Nomor NUPTK, dan ke depan diharapkan dari data SIM NUPTK akan menjadi rujukan untuk mengeluarkan daftar nama calon peserta Sertifikasi Guru, untuk itu pendataan ini hendaknya dapat berjalan dengan baik serta para PTK di Madrasah dapat mengisi data dengan lengkap dan benar sesuai dengan format SIM NUPTK yang ada.

Apabila data tersebut seluruhnya telah terkumpul di LPMP Provinsi Jambi, maka diharapkan nantinya pada bulan November 2008 akan dilakukan print out data PTK seluruhnya yang telah terentry, kemudian dilakukan verifikasi ulang dengan cara mengirimkan print out data tersebut ke sekolah-sekolah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Seterusnya di tingkat sekolah mohon dikoreksi oleh para guru, kemudian dituliskan perbaikan data tersebut dan selanjutnya dikirimkan kembali ke LPMP Provinsi Jambi melalui Surat Pengantar Sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, cara seperti ini sebetulnya sangat praktis artinya perbaikan data cukup pada isian yang salah saja sedangkan data yang sudah benar biarkan saja dan tak perlu diperbaiki.